Sabtu, 16 Juli 2016

Proses Pendidikan




Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Tidak ada cara terbaik mendidik anak di dunia ini. Selama ini belum ada teori tentang mendidik anak karena setiap budaya, setiap bangsa memiliki cara tersendiri.


Akan tetapi ada satu kesamaan yaitu faktor lingkungan memberikan pengaruh besar proses pendidikan anak.


Lingkungan menduduki nomor urut satu soal mendidik anak. Mengapa ? Karena lingkungan memberikan potensi besar untuk tumbuh kembangnya anak.


Orang tua yang tinggal di pegunungan, hutan, perkotaan, pedesaan, salju, padang gurun akan berbeda proses pendidikan anak-anaknya.


Selain itu unsur SARA, budaya, politik, ekonomi turut serta campur aduk dalam proses pendidikan anak. Sebuah fakta sejarah bahwa orang tua juga terpengaruh oleh semua itu.


Dampaknya akan menurun ke anak pelan namun pasti.


Untuk itu lingkungan harus diantisipasi dengan bijak oleh orang tua. Karena pengalaman orang tua juga menambah dalam proses pendidikan anak di rumah.


Inilah ujian bagi orang tua yang masih dianggap guru terbaik untuk anak-anak di rumah. Pendidikan memang terjadi di sekolah untuk urusan akademik.


Namun pendidikan bukan membahas soal akademik namun sebuah totalitas. Pendidikan tidak pernah berdiri sendiri.

Jumat, 15 Juli 2016

Kasih Sayang Orang Tua





Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Semua anak sebenarnya menginginkannhal yang sama dari orang tuanya yaitu hanya perhatian dan kasih sayang. Sekali lagi bukan harta benda.


Kasih sayang dan perhatian penuh menjadi sebuah pilihan yang sangat berat karena harus dilakukan tiada henti.


Selama ini banyak orang tua yang memiliki cara tersendiri dengan kasih sayang dan perhatiannya. Seperti melimpahkan ke orang lain bisa pembantu atau orang tuanya.


Karena mengejar uang maka para bapak dan ibu bekerja mulai pagi hingga sore kadang harus lembur kerja. Durasi waktu ketemuan dengan anak semakin berubah jadwalnya.


Ada kesenjangan pelan-pelan meski orang tua bisa berkomunikasi dengan anak melalui telephone di kala di kantor.


Urusan inilah yang kadang harus disingkapi dengan cerdas yaitu orang tua harus bisa meluangkan waktu bersama anak-anak di kala ada kesempatan dan waktu yang ada;


Anak-anak selama dirinya masih anak-anak selalu membutuhkan kasih sayang dan perhatian bukan harta benda yang melimpah. Karena harta benda melimpah adalah tetap benda yang tidak pernah melekat dihati anak.


Semakin tumbuh usia maka kasih sayang selalu dinanti oleh anak bukan mengingin banyak harta.


Apalah artinya kalau harta benda melimpah kasih sayang tidak ada ? Anak-anak akan tumbuh menjadi manusia srigala bagi manusia lainnya.


Semakin kejam dna jahat karena ukurannya adalah harta bukan kasih sayang sebagai manusia.  

Kamis, 14 Juli 2016

Bakat Anak





Bapak Dan ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan untuk anak-anak seharusnya sesuai dengan kebutuhaannya. Anak-anak membutuhkan sebuah aktivitas atau kegiatan belajar mengajar yang diminatinya.


Maka di dalam jiwa anak akan tumbuh kembang segala potensi yang dimilikinya.


Setiap anak adalah unik karena selama ini anak-anak kurang tersentuh bakat dan minatnya karena adanya pengaruh dari orang tua yang melibatkan terlalu dalam.


Orang tua kadang tidak menyadari perannya atas pendidikan anak.


Dampaknya adalah anak kurang berkenan dan tidak semangat ketika mengikuti aktivitas tersebut. Anak-anak selalu ceria dan suka cita apabila segala akltivtas sesuai dengan keinginannya.


Orang tua harus jeli dan cerdas ketika mencoba terlibat di dunia anak-anak. Maha luas fantasy anak membuat orang tua harus bersabar dan tepat mengarahkan segala bakat dan minatnya.


Contoh kecil saja ketika sekolah, orang tua lebih fokus pada pengembangan akademik daripada non akademik. Seakan-akan nilai akademik memebrikan kebanggaan pada anak !


Sekali tidak. Mengapa karena bakat dan minat anak berbeda-beda, nilai penting namun jauh lebih penting yaitu apa yang disukai anak.


Orang tua kadang kurang bisa memahami dunia anak karena telah terobsesi dengan dirinya.

Selasa, 12 Juli 2016

Anak Didik







Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Saat ini para orang tua kerapkali mengharap anak-anaknya memiliki kelebihan lebih dari teman-temannya. Rangking masih menjadi fokus utama bagi orang tua.


Pihak luar negeri sudah memahami ini artinya pihak asing menyadari kebiasaan ini sehingga kursus 'meledak' di berbagai tempat. Berbagai kursus disediakan oleh pihak luar sekolah sehingga keuntungan bukan di pihak sekolah.


Bisa diperhatikan di jalan-jalan utama yang menyediakan lokasi kursus berbagai jenis yang seakan-akan membuat murid siswa menjadi lebih cerdas.


Bukan itu saja masih ada orang tua yang memberikan les tambahan kepada anak-anaknya belum lagi berbagai les hobi.


Anak masih dianggap sebagai objek sehingga tidak bisa menolak.


Apakah hal ini dinamakan pendidikan ? Sekali lagi bukan karena hal ini adalah ekploitasi anak yang berlebihan. Anak-anak dijejali berbagai ilmu dan aktivitas yang kadang tidak sesuai dengan hati nuraninya.


Dampak negatif bagi anak adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua, kurang waktu bersosialisasi dengan teman-teman sebaya, kurang waktu untuk menikmati waktu bersama orang tuanya.


Dampak terbesar adalah tekanan batin yang bisa membuat anbak stress dikemudian hari karena kehilangan masa-masa bermain yang idnah penuh tawa canda.


Sadarkah orang tua saat ini ?

Senin, 11 Juli 2016

Pendidikan Sekolah




Bapak dan Ibu Yang kami Hormati,


Pendidikan bukan hanya membahas soal kognitif semata. Pendidikan kognitif hanya menfokuskan pada penalaran kemampuan otak. Kemampuan ini memang penting agar bisa mencerna dan menyelesaikan sebuah problem solving.


Namun sebaiknya fokus proses belajar mengajar tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif semata.


Selama ini selalu ada kebanggan bagi orang tua apabila rangking belajar anak menduduki nomor satu !  Seakan-akan nomor satu adalah menjadi anak pintar.


Tidak salah. Namun masih kurang karena pendidikan adalah totalitas.


Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh orang tua bahwa mendidikan adalah totalitas, keutuhan yang menjadi satu. Tidak boleh terpisahkan.


Jadi harus ada tambahan yang memperkuat pendidikan bagi anak.


Tambahannya yaitu kemampuan non teknis atau psikomotorik.  Kemampuan yang di dapat dari kemampuan non teknis seperti kemampuan berkomunikasi, beretika, pengalaman, mau belajar, mau mendengar, mau rendah diri.


Ibarat kata ada jiwa dan raga, ada hati dan pikiran, hal inilah yang harus di pelajari. Pengalaman adalah guru terbaik di dunia karena keberhasilan di dunia bukan diperoleh dari kemampuan kognitif semata.

Minggu, 10 Juli 2016

Kejeniusan





Bapak dan Ibu Yang Kami Hormati,


Anak-anak adalah tetap anak dengan pola pikir dan pola tindakan yang tidak jauh berbeda dengan yang lain. Selama ini orang tua menggangap bahwa anak-anak telah anak dalam arti harfiah.


Anak memang tetap anak namun sebenarnya ada potensi anak yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuktikan akan kecerdasan anak dengan anak yang lain.


Semua anak pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki pola pikir yang berbeda dengan anak normal lainnya.


Salah satunya kelebihan anak adalah kejeniusan.


Kelebihan inilah yang harus dipantau oleh orang tua. Kejeniusan bukan hanya soal ilmu namun juga bisa skill olahraga atau bakat yang lain.


Kelebihan-kelebihan anak kadang orang tua mengetahui setelah anak berhasil mewujudkannya dalam bentuk karya atau hasil nyata.


Contoh nyata yaitu anak-anak yang masih belia namun tingkat kecerdasan tinggi sehingga mampu ebrmain musik layaknya profesional. Bahkan ada kisah nyata di Australia anak belia yang mampu melukis layaknya profesional padahal usia baru TK.


Orang tuanya terkejut karena dikerjakan di garasi di mana dikira hanya sekedar bermain-main dengan alat lukis.


Kejadian ini sama dengan maha karya Leonardo da Vinci yang mampu melukis wajah ibunya di pasir pantai ketika masih TK. Inilah keterjutan awal bahwa Leo memiliki bakat luar biasa.


Di dunia olahraga ketika masih ingat akan kehebatan pemain mungil asal Argentina yang bermain di Barcelona yaitu Leonel Messi. Padahal dengan tinggi badan tidak ideal untuk ukuran Eropa namun Leo sukses sebagai penyerang bola.


Inilah kewajiban orang tua untuk memncari bakat anak-anaknya. Siapa lagi kalau bukan orang tuanya ?????????  

Sabtu, 09 Juli 2016

Anak Sekolah





Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Pendidikan sebenarnya adalah totalitas, keseluruhan, global yang harus dilaksanakan bersama-sama baik orang tua dan anak-anaknya.


Keduanya tidak bisa terpisahkan karena pendidikan selalu terkait tidak bisa berdiri sendiri.


Sekolah dan orang tua harus saling berkomunikasi dengan baik dan benar agar ada toleransi, tanggungjawab, komunikasi untuk mengetahui perkembangan proses belajar mengajar anak-anak.


Anak-anak bukan hanya objek namun juga subjek dari proses pendidikan yang berlangsung terus menerus. Ada proses kelanjutand ari setiap jenjang pendidikan.


Untuk itu sebaiknya para orang tua fokus untuk mengetahui secara detil proses belajar baik di sekolah atau di rumah. Proses belajar harus terjadi di banyak tempat untuk mempraktekkan hasil belajar.


Karena anak-anak di sekolah tidak belajar tentang sekolah !


Anak-anak belajar berbagi ilmu agar kelak bisa hidup dengan ilmu tersebut. Ilmu yang di dapat di sekolah atau yang dipelajari di rumah menjadi sangat penting karena ilmu adalah bekal.


Ilmu menjadi bahan dasar untuk dijadikan pijakan hidup. Orang tua harus menyadari hal ini. Selain itu sikap dan perilaku menjadi sangat penting seperti norma dan agama sebagai pendamping ilmu.


Keduanya tidak bisa dipisah untuk mencapai keberhasilan di dunia ini.