Minggu, 07 Agustus 2016

Motivasi Anak Sekolah






Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Setiap orang tua tentu punya harapan akan masa depan anak. Keinginan ini ada yang tega diucapkan atau dipendam. Kadang-kadang orang tua berharap anak bisa menjadi Si A atau menjadi si B.


Kadang-kadang pengalaman dan egoisme orang tua turut serta untuk menjadikan anak sesuai keinginannya.


Proses seperti banyak terjadi di masyarakat.


Profesi orang tua kerapkali membuat anak menjadi termotivasi karena keberhasilan orang tua di bidangnya. Motivasi seperti ini sah-sah saja.


Akan tetapi jauh lebih bijak apabila orang tua mengerti potensi anak.


Potensi anak inilah yang bisa membawa dirinya menjadi diri sendiri yang jauh lebih baik. Secara psikologis akan membuat dirinya jauh lebih tenang dan suka cita.


Pilihan anak harus dihargai dan diberi dukungan karena akan membuat lebih berharga.


Misalnya orang tua adalah pengusaha apakah anak-anaknya harus seperti orang tuanya ?????? Hal yang wajar sebagai generasi penerus anak-anak akan meneruskan usaha orang tuanya.


Namun pernahkah orang tua mengali potensi anak karena tentu anak-anak pasti memiliki bakat dan minat yang tentu bisa beda dengan orang tua.


Inilah bentuk kasih sayang memberikan kebesasan luar biasa kepada anak terlebih dahulu.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Sekolah Formal





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan di sekolah menjadi cara terbaik untuk anak-anak meski bukan satu-satunya karena masih ada suku bangsa yang tidak menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah formal.


Salah satunya suku Jawa dari Samin yang tidak menyekolah anak-anak ke sekolah formal.


Tentu ada alasan mengapa para warga Samin sebagian besar tidak menyekolahnya. Namun di rumah para ibu dan bapak memberikan materi kehidupan kepada anak-anaknya.


Bukan berarti tidak sekolah tidak bisa membaca dan menulis atau memahami limu pengetahuan. Ini hanya sekedar contoh saja dari berbagai aneka cara mendidik anak-anaknya.


Pertanyaannya adalah apakah sekolah sudah memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak ?


Selama ini masyarakat sudah memahami bahwa ada perbedaan antara sekolah negeri dengan negeri, atau negeri dengan swasta, atau swasta dengan swasta.


Perbedaan kualitas sangat mempengaruhi pola pikir anak selama menempuh proses pendidikan anak baik jangka pendek atau jangka panjang.


Meski pedidikan bukan mutlak menjadi kepastian untuk masa depan !!!


Akan tetapi pendidikan di sekolah masih bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendidikan anak-anak. Artinya pendidikan selalu ada banyak cara untuk mencerdaskan anak bangsa.

Jumat, 05 Agustus 2016

Potensi Anak





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan di sekolah tidak akan berarti apa-apa apabila para orang tua tidak melakukan apapun di rumah untuk anak-anak. Artinya peran orang tua sangat besar untuk menunjang prestasi anak.


Pihak sekolah melakukan yang terbaik untuk anak-anak menimba ilmu, belajar berbagai disiplin ilmu, dan meningkatkan kecerdasan.


Semua sekolah melakukan hal yang sama karena sudah diatur didalam kurikulum sekolah. Namun apakah pendidikan berhenti pada kurikulum atau tergantung pada guru.


Inilah yang harus dipahami oleh orang tua.


Peran orang tua harus bisa menjadi guru yang lebih baik untuk anak-anaknya. orang tua yang bijak akan menjadi pendamping terbaik untuk anak-anaknya.


Orang tua bisa menjadi guru, teman, dan sahabat anak. Para guru hanya menjadi guru di sekolah tidak lebih dan tidak kurang. Guru tetaplah guru.


Orang tua harus mampu menunjukkan kelebihannya dan kecerdasannya untuk membimbing anak-anak ketika mengalami kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah.


Hanya orang tua yang bijak, tahu diri sebagai orang tua, mengerti dirinya orang tua, dan mau meningkatkan potensi anak yang mampu menjadi guru bagi anak-anak.


Orang tua tidak perlu berprofesi guru untuk menjadi guru yang terbaik bagi anak-anak.

Kamis, 04 Agustus 2016

Bakat Dan Minat





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Sebaiknya para orang tua bisa menyelami sedalam-dalamnya tentang potensi anak. setiap anak diberikan anugerah oleh Tuhan dengan keunikkannya.


Anak-anak kadang belum mampu mengupas secara dalam bagaimana menunjukkan bakat dan minatnya.


Pendidikan adalah sebagai cara untuk menemukan bakat anak. Mengapa bakat menjadi penting bagi anak karena bakat tersebut bisa digunakan sebagai pilihan alternatif bagi masa depannya.


Orang tua menjadi faktor utama untuk urusan bakat. Bakat adalah non teknis dari teknis akademis belajar di sekolah.


Misalnya bakat di dunia seni maka anak bisa menjadi meningkatkan kemampuannya di bidang seni tarik suara, seni lukis, atau seni tari.


orang tua yang bijak harus mampu dan cerdas menemukan bakat-bakat terpendam di dalam diri anak. Bukan berarti kemampuan akademis disisihkan. Sekali tidak.


orang tua bisa melihat dengan jelas progress anak selama belajar di sekolah. Orang tua terus memantau sejauh mana kelebihan dan kekurangan yang ada.


Poin penting salah satu dari mendidik anak orang tua terus membangun kelebihan yang ada dan mengarahkan ke hal yang positif.

Rabu, 03 Agustus 2016

Anakku Sayang






Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan tidak hanya berbicara soal nilai dan prestasi akademik semata. Selama ini fokus orang tua masih menginginkan anak-anaknya masih mendapatkan nilai tertinggi di akademik.


Selama ini prestasi anak selalu fokus meraih prestasi dengan angka.


Prestasi anak sebenarnya bukan hanya nilai sebenarnya ada kelebihan yang bisa dikembangkan yang lain. Ada 8 delapan kecerdasan anak yang bisa dikembangkan.


Orang tua harus mampu mencari dan mengali sedalam-dalamnya kelebihan yang ada pada diri anak.


Semua anak pasti memiliki kelebihan andaikata orang tua mampu dan mau untuk bekerja sama dengan anak. Semua prestasi anak lebih banyak ada dukungan dari orang tua.


Artinya apa bahwa semua prestasi anak tidak bisa dilepaskan dari dukungan orang-orang tercinta.


Tanpa dukungan orang tua kemungkinan besar sangat berat bagi anak-anak untuk meraih kesuksesan. Setiap anak adalah sama selalu ingin meraih kesuksesan yang hebat.

Selasa, 02 Agustus 2016

Mendidik Anak







Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Mendidik anak kadang tidak ada teori baku atau standar yang jelas. Artinya proses pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah namun sudah dilakuakn jyga di rumah.


Pendidikan sebenarnya harus ada keterkaitan antara orang tua, guru, dan anak itu sendiri. Ketiganya harus berjalan seiring dan seia sekata.


Akan tetapi kadanglatar belakang orang tua, pengalaman orang tua, profesi orang tua memberikan pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak baik masa sekarang atau masa depannya.


Tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman orang tua turut serta dalam proses pendidikan anak di rumah.


Misalnya saja kalau orang tuanya guru maka akan berbeda cara mendidiknya apabila orang tuanya seorang pengusaha. Hal ini yang membuat pola pikir anak akan terpengaruh dengan orang tua.


Kemandirian anak harus ditumbuhkembangkan agar menjadi dirinya sendiri.


Potensi anak sangatlah besar apabila ada pemicu positif yang berasal dari dirinya sendiri. Artinya orang tua jangan mempengaruhi segala potensi dan bakat yang ada pada anak.


Biarkanlah anak mencari dan mengali segala kemampuannya agar tumbuh potensi baru dan bagus. Sebagai orang tua sebaiknya hanya memotivasi tanpa memepengaruhi pola pikir.


Biarlah anak akan tumbuh sesuai eranya, sesuai keinginannya selama positif mengapa tidak !!!

Senin, 01 Agustus 2016

Tujuan Belajar





Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Pendidikan adalah sebuah proses panjang bagi anak-anak. Anak-anak harus disiapkan mentalnya, fisiknya untuk menyambut masa panjang proses belajar tersebut.


Anak-anak harus paham bahwa mengapa harus ke sekolah ?


Para orang tua harus menjelaskan secara detil sehingga ada gambaran yang jelas mengapa anak-anak harus belajar, bangun pagi, pulang siang, dan malam belajar lagi.


Rutinitas ini sangat membosankan bagi anak-anak sehingga sangat perlu dijelaskan semuanya oleh orang tuanya.


Anak-anak harus diajak untuk berkomunikasi intensif terkait sekolah. Para orang tua harus juga memberitahu apa saja target yang harus dipenuhi selama belajar di sekolah.


Orang tua dan anak harus saling berbagi banyak hal selama menjalani proses pendidikan. Artinya selalu ada komunikasiagar anak--anak tidak mengalami hambatan atau stress dikemudian hari.


Kapasitas anak kadang berbeda dengan orang tua atau sebaliknya.


Tujuannya adalah agar anak-anak merasa nyaman, diperhatikan, dan dipenuhi hak-haknya selama belajar oleh orang tuanya. Anak-anak akan senang dan senang akan menimbulkan semangat belajar tiad henti.