Senin, 06 Juni 2016

Pola Pendidikan Dalam Keluarga




Pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah.

Selama ini pola pikir orang tua sangat puas dan lega apabila anak-anaknya sudah bersekolah. Harapan dan tumpuan hanya difokuskan pada sekolah.

Inilah sebuah kesalahan terbesar di Indonesia.

Entah berbagai alibi digunakan oleh para orang tua seperti harus bekerja suami dan istri sehingga anak tergantung pada pembantu atau baby sitter.

Orang tua sibuk mencari nafkah untuk anak-anak lalu melaikan pendidikan di dalam keluarga.

Pendidikan sebenarnya berada di tangan orang tua sebagai pengendali utama untuk anak-anak. Di sekolah anak-anak berapa jam diperhatikan oleh guru ?

Orang tua lebih banyak waktu di rumah sehingga bisa mengajari anak berbagai materi pelajaran di rumah.

Inilah namanya pendidikan yang sesungguhnya yaitu orang tua menjadi guru terbaik di rumah. Ada kedekatan personal

Orang tualah yang mengetahui kelebihan dan kekurangan anak. Orang tua yang bijak harus melakukan pengajaran di rumah sesuai dengan kemampuan anak.


Anak-anak akan merasa senang apabila belajar bersama orang tua daripada orang lain.

Minggu, 05 Juni 2016

Sukses DiTanganmu Sendiri




Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Anak-anak adalah sebuah aset untuk keluarga, sebagai generasi penerus keluarga maka haruslah dipersiapkan sebaik mungkin. Anak-anak wajib hukumnya untuk menuntut pendidikan setinggi mungkin.


Tujuan pendidikan sangatlah mulia.


Pendidikan menjadi salah satu agar anak-anak mampu mengembangkan potensi baik di bidang akademik dan non akademik.


Namun bukan berarti sekolah memberikan kepastian akan masa depan !!! Sekolah hanya media pembelajaran, tempat belajar, tempat di mana anak-anak belajar saling mengenal teman, pelajaran, dan lingkungan.


Pendidikan kadang berseberangan dengan sebuah cita-cita ! Meski dengan adanya pendidikan minimal anak-anak nanti bisa bekerja di perusahaan.


Perusahaan tidak hanya membutuhkan skill, prestasi, namun juga ijasah sebagai pembuktian yang sah. Perusahaan tidak akan menerima karyawan yang pintar, cerdas namun tidak berijasah.


Ijasah seakan-akan adalah masa depan !


Sekali tidak, untuk sukses adan kaya tidak ada ada kaitan dengan ijasah. Untuk bekerja di perusahaan dengan gaji besar atau menajdi pegawai negeri haruslah menempuh pendidikan berjenjang.


Tetapi UNTUK SUKSES TIDAK DENGAN IJASAH, UNTUK KAYA TIDAK HARUS MEMILIKI IJASAH. KAYA DAN SUKSES DITENTUKAN OLEH NASIP DAN KEBERANIAN MELANGKAH MELAWAN ARUS.


Jadi keberanian diatas segala-galanya. Semua kembali pada kepribadian apakah menjadi pecundang atau pemenang itulah dasar awal menjadi sukses dan kaya.

Jujur Itu Lebih Baik





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan sangat penting sehingga semua sekolah penuh dengan anak didik. Orang tua juga harus menyiapkan diri untuk larut dalam pendidikan bersama anak.


Orang tua sangat berperan besar di dunia pendidikan selain bapak dan ibu guru.


Ada satu etika yang sangat penting untuk orang tua yang harus diberikan kepada anak-anaknya yaitu KEJUJURAN. Jujur adalah jujur yang sangat berbeda dengan dengan baik.


Karena orang yang jahat bisa berbuat kebaikkan.


Jujur memiliki nilai tingkatan tertinggi di bandingkan dengan nilai-nilai yang lain di dalam lingkaran kebaikkan. Tidak semua orang bisa berbuat Jujur.


Karena jujur adalah perbuatan yang harus dimulai dari pikiran, ucapan, dan tindakan yang sistematis. Tiga rangkaian yang menjadi bukan untuk dirinya sendiri atau orang lain. Namun semua hanya untuk satu perbuatan yang mulai.


Orang tua harus memahami tentang kejujuran.


Contoh sederhana yaitu jujur bisa menerima sebuah kenyataan hidup. Tidak semua manusia memiliki nasip yang mujur seperti kekayaan berlebih, kecerdasan berlebihan.


Menikmati hidup dengan cara yang cerdas, memahami arti kenikmatan, mengerti bagaiamana merasakan kenikmatan itulah sebuah kejujuran.

Kamis, 02 Juni 2016

Cara Mendidik Anak Yang Baik

Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,





Pendidikan anak-anak di sekolah sebenarnya sudah tepat untuk belajar akan banyak hal. Namun satu hal yaitu anak-anak ke sekolah bukan untuk belajar tentang sekolah !


Sekolah hanyalah media namun anaklah sendiri yang menjadi subjek dari pendidikan.


Ilmu apapun tidak akan berguna apabila si anak tidak siap untuk menerima lalu mempelajari semua yang dia dapatkan di sekolah.


Anak-anak wajib selalu mempelajari pelajaran baik ketika di sekolah atau di rumah. Orang tua harus membantu semua persoalan yang ada di sekolah.


Pertanyaan terbesar adalah bagaimana anak mampu menyelesaikan persoalan yang tidak dikuasai.


Artinya selama mempelajari pelajaran di sekolah daya tangkap anak akan materi atau penguasaan materi tidaklah merata. Anak-anak haruslah bekerja keras untuk berusaha maksimal.


Selama anak ada niatan serius mampu menguasai materi maka harus belajar setiap hari. Minimal selama di rumah per 2 jam harus mengulang kembali pelajaran di sekolah.


Rabu, 01 Juni 2016

Cita Cita Anak





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,

Masa depan adalah sebuah masa yang tidak jelas dan tidak bisa dihgambarkan seperti apa. Semua ornag tidak tahu tentang masa depan.

Akan tetapi menurut filosof bahaw amasa depan adalah hari ini.

Artinya apa apa yang kita pikirkan, kita bicarakan, dan kita lakukan adalah untuk masa depan. Sebuah masa yang kira-kira puncak dari semua impian kita di dunia ini.


Anak-anak selalu berusaha mencapai cita-citanya dengan baik.


Sebuah cita-cita selalu melekat pada polam pikir anak sehingga Bung Karno mengatakan gapailah cita-citamu setinggi langit.


Inilah sebagian kecil tugas orang tua bagaimana menyiapkan anak-anaknya untuk emraih impian. Sederhana saja caranya.


Bekali anak dengan ilmu pengetahuan ditambah dengan sikap dan perilaku yang sempurna dan proporsional.

Selasa, 31 Mei 2016

Kebutuhan Anak

Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,






Pendidikan sangat berarti dan berguna bagi setiap insan termasuk anak-anak kita yang sedang menempuh pendidikan di berbagai bidang studi.


Proses pendidikan yang sangat panjang rentang waktu 12 tahun sebagai pendidikan dasar membuat pola pikir berkembang jauh lebih baik daripada tidak sekolah.


Pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan modal tidak sedikit. Bukan hanya masalah materi/uang namun juga waktu dan tenaga.


Orang tua sudah selayaknya selalu mempelajari perkembangan anak dari semua sisi luar dan dalam. Tidak asal-asalan memberikan materi, uang, memenuhi kebutuhan anak.


Anak selalu dinamis yang mengalami perkembangan sangat cepat dan sangat mudah terpengaruh oleh keadaan, lingkungan, pergaulan, dan media sosial.


Perubahan jaman sangat cepat yang bisa mengubah sikap dan perilaku anak. Inilah fakta kehidupan yang harus dipahami oleh orang tua.


Tips sederhana untuk orang tua adalah mengetahui secara detil keinginan anak, mengenali segala potensi anak, dan pelan-pelan berkomunikasi dengan anak untuk mengembangkannya menjadi bakat terbaik untuk anak.

Senin, 30 Mei 2016

Kekerasan Seksual





Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Pelecehan sexual anak bisa terjadi di mana saja dan kapan juga. Semua bisa terjadi kepada siapa saja ! Namun bukan berarti kejadian seperti bebas dilakukan.


Kasus demi kasus kerapkali mendera anak-anak sekolah yang masih lugu dan polos.


Selama ada pihak sekolah salah satu pihak yang memiliki tanggungjawab moral untuk mengatasi masalah ini apabila terjadi di sekolah.


Mengapa ?


Selama terjadi di sekolah maka urusannya ya harus sekolah. Maka pihak sekolah harus melakukan pendataan secara rutin terhadap perkembangan karyawan dan guru.


Tindakan hukum harus diebrikan apabila pelakunya adalah bagian dari sekolah. Selain itu semua ruangan di sekolah harus terkontrol dengan baik.


Para siswa didik harus diberikan penjelasan terkait arti kekerasan dan cenderung terjadi tindak pelecehan sexual.


Pihak sekolah bisa mencegah dengan cara sederhana adalah dengan komunikasi rutin kepada semua karyawan dan guru. Bapak dan ibu sebagai walimurid bisa berkomunikasi juga terkait masalah ini.


Semua masalah bisa ditangani dengan baik agar semua pihak merasa senang dan tenang.