
Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,
Pendidikan di rumah yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi segala-galanya bagi anak. Setiap orang sah-sah saja mendidik anak-anaknya dengan caranya masing-masing.
Budaya, pengalaman, kecerdasan, pendidikan orang tua turut menyumbang pola pikir anak terhadap dirinya dan orang-orang diluar dirinya.
Inilah persoalan besar bagi dunia pendidikan.
Di seluruh dunia tentu selalu sama bahwa semua orang tua menginginkan anak-anaknya mampu mencapai cita-citanya. Semua orang tua kadang hanya fokus pada keinginan anak.
Cita-cita anak kadang dianggap sebagai keberhasilan luar biasa bagi orang tua dan anak itu sendiri.
Seakan-akan sukses kalau sudah meraih cita-citanya. Padahal sebenarnya sukses itu dalam skala sempit dan tidak berarti. Mengapa karena hanya memenuhi egoisme.
Egoisme adalah pangkal dari kerusakan moral yang berdampak pada kemanusian. Lihat saja karena ingin kaya dan semakin kaya hutan dihabisi tanpa peduli lingkungan hidup, kepada binatang, dan orang-orang yang tinggal di sekitar hutan.
Sebenarnya bapak dan ibu yang kami cintai, orang tua harus memberikan pendidikan yang holistik, menyeluruh, totalitas, sehingga anak-anak mendapatkan pencerahan yang terbaik.
Tidak hanya cerdas, pintar, namun memiliki empati dan simpati terhadap sesama, lingkungan, ada rasa tolong menolong, cinta kasih ditumbuhkan.
Dunia bukan milik kita namun milik semuanya, artinya orang tua harus menjelaskan bahwa kekayaan didukung dengan kemiskinan. Hanya kemiskinan untuk memberikan bentuk pengakuan akan kekayaan.
Inilah bagian pendidikan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar