Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2017

Kesuksesan Anak

Hasil gambar untuk kesuksesan anak
prestasi akademik dan non akademik haruslah seimbang


Para orang tua tentu harus juga belajar bagaimana mendidik anak-anak yang mampu meningkatkan potensi yang ada pada dirinya.  Setiap anak pasti memiliki potensinya masing-masing.


Ibarat pedang atau senjata haruslah dirawat, dipergunakan sesuai fungsinya dan membutuhkan latihan rutin agar mampu menunjukkan performanya.


Senjata atau setiap senjata memerlukan pangasahan, perlu dicoba semaksimal mungkin agar bisa mencapai target yang diinginkannya.


Sama halnya dengan anak.


Selama masih anak maka peran orang tua sangat besar untuk memberikan segala hal yang menjadi kebutuhan utama anak.


Pendidikn itu harus namun harus juga dilihat perkembangan non akademiknya.  Keduanya harus sama-sama mendapatkan porsi yang sama.


Keberhasilan bisa salah satunya atau keduanya. Maka proses belajar mengajar di rumah menjadi penentu anak nantinya. Bukan di sekolah karena keberhasilan anak tidak diperoleh di sekolah.

Jumat, 12 Agustus 2016

Kesuksesan Anak






Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Pendidikan sebenarnya harus memiliki acuan yang jelas bukan hanya berdasarkan kurikulum. Mengapa ? Karena kalau dasarnya kurikulum apakah peserta didik bisa diuji dengan hasil kurikulum yang ada ?


Apakah indikasi kesuksesan siswa belajar dengan ujian nasional ?


Apakah tidak ada alat atau media indikasi kesuksesan belajar di sekolah ?


Selama ini sekolah atau pihak guru hanya fokus meluluskan siswa dan siswinya ke jenjang yang lebih tinggi. Lalu di tempat yang berbeda juga bersikap yang sama, meluluskan siswanya dan seterusnya.


Inilah kesalahan fatal dari dunia pendidikan di Indonesia hingga saat ini. Kelulusan sekolah dianggap sebuah kesuksesan sekolah atau siswa itu sendiri.


Para orang tua bangga kalau anaknya memperoleh nilai tinggi.


Kondisi inilah yang membuat proses pendidikan di Indonesi sulit berkembang. Tidak ada parameter dari keberhasilan sekolah mendidik anak-anaknya yang sudah bertahun-tahun belajar di sekolah tersebut.


Lalu bagaimana nasip para generasi bangsa tersebut ?


kembali ke kondisi orang tuanya kalau sudah sukses dan kaya maka terus semakin kaya sedangkan yang miskin tetap miskin.


Pendidikan adalah salah satu cara mengentaskan kemiskinan. Akan tetapi target, tujuan, mendasar dari pendidikan itu tidak ada atau kabur.


ADakah target dari KU 2103 atau KTP yang bisa diujikan ke peserta didik setelah lulus sekolah ?