Tampilkan postingan dengan label Masalah Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Masalah Pendidikan

Image result for masalah pendidikan



Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Jenjang pendidikan membutuhkan waktu yang lama mulai wajib belajar 12 tahun lalu tidak wajib 10 tahun dengan perincian perkiraan minimal S1 4 tahun, S2 2 tahun, dan S3 4 tahun.


Artinya total menjalani pendidikan akademik bagi setiap orang adalah 24 tahun.


Sekali lagi perkiraan minimal proses belajar harus dilalui padahal ada kalanya bisa molor karena ada gangguan yang tidak disengaja.


Lamanya proses pendidikan anak manusia/seseorang akan cerdas dan hebat dengan keilmuan yang dipelajarinya. Kemungkinan besar seperti itu.


Akan tetapi selama proses belajar akademik sebenarnya ada proses pendidikan di dalam diri seseorang terkait pola pikir. Persoalan terbesar ada kalanya pola pikir manusia dikuasai oleh ilmu itu sendiri.


Banyak yang terjebak dengan keilmuan yang sudah dipelajari selama bertahun-tahun sehingga jati dirinya terkikis dengan ilmunya sendiri. Jadi lupa diri siapa dirinya karena semua masalah di dunia selalu dilihat dari sudut pandang keilmuannya.


Sekali lagi keilmuan yang dipelajari bertahun-tahun tidak akan mengubah sedikitpun watak dan pola pikir kita. Kalau dirinya tetap 'srigala' maka akan tetap membahayakan bagin orang lain.


Lihat saja koruptor dan teroris serta penjahat yang selalu merongrong ketenangan nasip orang lain. Mereka juga sama dengan kita.

Kamis, 25 Agustus 2016

Masalah Pendidikan

Hasil gambar untuk masalah pendidikan



Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Dunia pendidikan seakan-akan mulai tidak seragam meski ada kurikulum nasional, panduan untuk menyelenggarakan pendidikan di Indonesia.


Kenyataannya di lapangan hanya sekolah negeri yang jelas memakai kurikulum pemerintah sedangkan sekolah swasta meski memakai kurikulum tetapi ada tambahan.


Dampaknya di berbagai sekolah memiliki perbedaan akan falsafah pendidikan, strata yang berbeda, memiliki seragam yang berbeda, tambahan pelajaran yang berbeda.


Bahkan biaya juga mempengaruhi pola pendidikan di sekolah.


Masyarakat menjadi banyak pilihan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Semuanya sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tua.


Apakah hal ini bermasalah ?


Sebenarnya tidak ada yang salah selama anak, sebagai subyek pendidikan merasa nyaman, senang, bahagia dengan lingkungan sekolah tersebut.


Dukungan orang tua haruslah penuh agar tujuan dan target anakbisa dipenuhi.


Semakin berbeda pola pendidikan akan menunjukkan siapa yang terbaik apakah anaknya, orang tuanya, atau justru sekolahnya ?


Semua kembali ke orang tua dan anak, kemana mau menuju arah dengan bekal pendidikan ???/