Minggu, 12 Juni 2016

Orang Tua Guru Terbaik

Bapak dan Ibu Yang kami Hormati,





Pendidikan bagi anak adalah sebuah kebutuhan wajib. Di seluruh dunia pendidikan snagat penting bagi perkembangan anak.


Anak-anak harus mulai berpikir keras untuk mempelajari banyak hal di sekolah yang tidak ditemukan di rumah.

Anak-anak mulai diperkenalkan berbagai disiplin ilmu, belajar sosial bersama teman-teman, dan mengenal para bapak dan ibu guru.


Pak guru dan ibu guru menjadi ornag tua ke dua bagi anak-anak karena adanya kepercayaan anak kepada gurunya.


Akan tetapi ada guru yang terbaik di dunia ini yaitu para orang tua.

Bagi anak-anak orang tua adalah segala-galanya bagi anak.  Orang tua guru yang paling dekat dari segala hal.


Jadi orang tua harus mengerti bagaimana menjadi seorang guru bagi anak-anaknya. Segala hal tentang orang tua akan ditiru oleh anak-anak.


Orang tua juga bisa menjadi contoh terbaik untuk anak-anaknya.

Sabtu, 11 Juni 2016

Pola Pikir Kreatif





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan anak-anak saat ini mulai bergeser ke arah yang lebih praktis, cepat, efektif, dan efesien. Pola pikir anak-anak dijejali dengan kecepatan berpikir akan sebuah masalah.


Indikasinya sangat jelas dari kurikulum yang menjadi panduan para guru-guru.


Ada perbedaan yang sangat jauh dengan pola pendidikan pada era sebelumnya mislanya saja sekitar 90-an. Saat itu anak-anak banyak belajar tentang geografis misalnya yang sangat berguna seperti pembelajaran peta atau mempelajari pepatah/ peribahasa.


Ada pelajaran moral yang sangat mendasar bagi anak-anak.


Sekarang semua berubah dengan drastis. Anak-anak sekolah dasar tidak mengenal peta atau mengenal pribahasa bangsanya sendiri. Entah mengapa semua hilang.


Seperti permainan tradisional mulai ditinggalkan anak-anak kota.


Percepatan teknologi membuat pola pikir akan-akan semakin cepat menyelesaikan persoalan dengan mengandalkan kemampuan teknologi. Tidak bisa dipungkiri ada pergeseran pola pikir terkait perkembang teknologi internet.


Akan tetapi ada proses pembelajaran yang tidak boleh dilupakan olah bapak dan ibu guru di sekolah yaitu pendidikan moral tidak pernah ada di internet.


Pendidikan dasar inilah yang akan menentukan arah pola pikir anak ke masa depan.

Pola Pikir

Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Ada pertanyaan besar yang kadang harus dipahami tentang kualitas dan kuantitas. Pertanyaan seperti ini apakah lulusan universitas terbaik di dunia menghasilkan mahasiswa dengan lulusan terbaik juga ?






Apakah kalau makan makanan bergizi, sehat tubuh akan sehat dan kuat ?


Inilah kualitas dan kuantitas yang harus dijelaskan kepada anak didik. Apakah kalau sudah berlari kencang sudah bisa disebut sebagai pelari ?


Apakah kalau sudah bisa menyanyi dengan baik bisa disebut sebagai penyanyi ?


Selama ini pola pikir masyarakat belum terpola dengan baik karena hanya fokus pada kuantitas. Kalau sudah kaya maka harus dihormati !


Kalau sudah bergelar apapun baik akademik atau gelar lain di namanya sudah memiliki tingkat keilmuan yang tinggi !


Kuantitas memang lebih terlihat daripada kualitas. Penampilan luar kadang menipu seperti kata pepatah bahwa tidak semua yang berkilau dan warna kuning adalah emas.


Itu pasti.


Anak-anak harus mengerti dan bisa membedakan kuantitas dan kualitas. Semua untuk menjalankan salah satu visi pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa

Jumat, 10 Juni 2016

Orang Tua Mendidik Anak

Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan orang tua terhadap anak-anak selamanya sangat berpengaruh besar. Anak-anak adalah permata terindah bagi orang tua namun anak-anak akan menjadi harimau apabila salah pendidikan.


Siapakah yang patut dipersalahkan ?






Jelas bukan semata-mata kesalahan orang tua. Akan tetapi peran orang tua sebagai pendidik terbaik di dunia harus menjadi poin perhatian.


Orang tua sangat berjasa besar mendidik anak-anaknya di rumah. Keberhasilan dan kegagalan anak meraih impiannya bisa tergantung pada pola pendidikan orang tua di rumah.


Orang tua harus menyiapkan banyak hal untuk mendidik anak-anaknya. Meski kebaikkan dan keburukan anak-anak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan pergaulan, motivasi, niat, dan pendidikan di sekolah.


Artinya apa kegagalan anak hingga terjerumus di bidang kriminalitas yang sangat merugikan hak-hak orang lain lebih karena kegagalan pendidikan di rumah.

Inilah sebagian tanggungjawab orang tua terhadap anak.

Sebaiknya sebagai orang tua harus menyiapkan diri sebaik mungkin sebagai guru, teman, teman berbagi, dan teman untuk belajar bersama.


Orang tua harus belajar sebaik mungkin untuk melakukan semua itu sebagai bekal untuk mendidik anak-anak sebaik mungkin. Apa yang terjadi kalau semua melenceng dari program pendidikan orang tua di rumah ?


Hal itu bisa disebut nasip.  Apa mau di kata namun setidaknya kalau menanam kebaikkan tentu hasilnya kebaikkan. Mesti gagal panen bisa terjadi namun masih bisa dihindari.

Kamis, 09 Juni 2016

Orang Tua Harus Mengajarkan Anak-Anaknya Dengan Cara Cerdas






Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan menjadi salah satu cara untuk anak-anak mendapatkan materi ilmu pengetahuan di sekolah. Proses belajar mengajar di sekolah akan membuat anak-anak menjadi bertambah pengetahuannya.


Jelas bahwa sekolah menjadi gudang ilmu dengan perantaraan guru.


Anak-anak mendapatkan pendidikan yang memadai selama megikuti proses belajar mengajar di sekolah. Tujuan dari pendidikan sangat jelas sehingga masyarakat sudah sadar untuk menyekolahkan anak-anaknya.


Ada yang diperhatikan oleh orang tua bahwa sekolah bukan satu-satunya untuk belajar atau mendapatkan ilmu pengetahuan ! Orang tua harus paham masalah ini.


Artinya apa berkembang dunia internet maka penyebaran ilmu semakin tidak terbatas.


Anak-anak bisa mengakses ilmu sesuai dengan keinginannya. Sangat mudah dan cepat sehingga bisa mendapatkan ilmu. Anak-anak bisa belajar banyak hal.


Masalahnya adalah apakah orang tua sudah peka dan paham tentang maksud dan tujuan anak ketika belajar ? Karena ketika belajar sebuah materi atau ilmu setiap anak akan menafsirkan hal yang tidak sama.


Pola pikir anak masih terus berproses sehingga perlu waktu untuk mencerna dengan tepat sebuah ilmu tersebut.

Rabu, 08 Juni 2016

Tugas Orang Tua





Bapak dan Ibu Yang Kami Hormati,


Mendidik anak-anak sendiri, anak kandung, memiliki arti yang besar bagi orang tua. Tugas utama bagi orang tua setelah memiliki anak adalah mendidik sebaik-baiknya.


Pendidikan anak tidak hanya tergantung pada sekolah dan bapak ibu guru !


Untuk urusan materi pelajaran tugas bapak dan ibu guru di sekolah. Meski di sekolah para bapak dan ibu guru kerapkali memberikan materi pendidikan moral.


Akan tetapi intensitasnya tidaklah besar karena harus berbagai dengan anak-anak yang lain.


Maka alangkah baiknya dan bijaksana apabila orang tua sudi meluangkan waktu dan kesempatan untuk memberikan pendidikan totalitas kepada anak-anaknya.


Seperti pendidikan moral sebagai pendidikan dasar bagi anak-anak.


Contoh kecil saja mempelajari kehidupan orang lain lalu memberikan sedikit berkat kepada mereka yang membutuhkan. Soal kecil juga bisa mencintai lingkungan hidup.


Sudikah kiranya orang tua melakukan hal ini demi masa depan anak.

Selasa, 07 Juni 2016

Budi Pekerti





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Budi pekerti anak menjadi sebuah modal besar sebagai dasar pendidikan berlangsung. Orang tua wajib memberikan pendidikan moral berupa budi pekerti agar anak-anak bisa bersikap bijaksana.


Setiap anak adalah unik namun keunikan itu hanya terkait dengan bakatnya, kebiasaanya, dan pola pikirnya.


Semua anak bisa dibentuk dan sangat tergantung pada kebijakan orang tua itu sendiri. Salah satu prinsip hidup yaitu budi pekerti wajib diajarkan kepada anak-anak.


Bagaimana caranya ?


Orang tua bisa mengajari anak untuk melihat sebuah peristiwa atau berita tentang sosial seperti kemiskinan.


Rasa berbagi harus ada dengan orang lain.


Lalu orang tua mengajarkan nilai-nilai humaniora arti tentang sebuah kekayaan, kenyamanan, kemiskinan, nasip, pilihan hidup sesuai dengan kemampuana anak.


Sifat dasar inilah yang akan menjauhkan anak-anak dari sifat jahat seperti sombong, mengambil haknya orang lain. Di sekolah anak-anak belum tentu mendapatkan sikap dasar seperti ini.