Rabu, 17 Agustus 2016

Orang Tua





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Selama ini orang tua kerapkali tidak sepenuhnya memahami arti sebuah pendidikan seutuhnya. Orang tua hanya memahami bahwa pendidikan hanya dilakukan oleh sekolah.


Sekolah hanyalah sebuah media atau alat pembelajaran bagi anak-anak. Sekolah menjadi lokasi yang penting bagi anak-anak untuk memperoleh hasil nyata dari proses belajar.


Akan tetapi sekolah lagi-lagi hanyalah sebagai alat atau media pembelajaran.


Bapak dan Ibu yang terhormat, sebagai walimurid kerapkali sangat tergantung pada sekolah sehingga pendidikan selalu dikaitkan dengan sekolah.


Tidak salah.


Yang menjadi persoalan adalah orang tua memiliki peran yang jauh lebih penting untuk proses pendidikan. Peran orang tua jauh lebih besar daripada sekolah.


Hal ini harus dipahami bahwa pendidikan tidak hanya urusan guru namun juga urusan orang tua. Pendidikan di rumah harus terjadi pula antara orang tua dan anak-anaknya.


Orang tua harus menyiapkan bahan baku yang bagus yaitu bibit unggul pada diri anank-anak sehingga di sekolah para guru hanya tinggal memoles, meningkatkan proses belajar mengajar.  

Selasa, 16 Agustus 2016

Kemajuan Teknologi






Bapak dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan menjadi sangat penting karena salah satu cara untuk mencerdaskan anak bangsa. Di semua negara pemerintah kerapkali mengalakkan pendidikan untuk semua warganya.


Kemajuan IT seperti internet yang berkembang pesat turut mempengaruhi pola pendidikan di berbagai negara.


Para orang tua sudha seharusnya menyadari perubahan dan arah pendidikan. Saat ini dunia IT mulai mempengaruhi pola pendidikan di sekolah.


Sekolah-sekolah mulai memakai jaringan internet, memakai web, blog, media LED untuk pembelajaran. Apakah memang dibutuhkan ? Atau hanya mempermudah tugas guru ?


Hal itu sebenarnya bukan soal namun yang menjadi persoalan adalah ketika anak-anak di rumah tanpa pengawasan orang tua dan ada jaringan internet.


Seperti diketahui bahwa internet memiliki berbagai fitur menarik seperti youtube, Facebook, dan media komunikasi lainnya yang bisa koneksi dengan berbagai orang di seluruh dunia.


Kondisi seperti sangat rawan karena ada yang buruk setiap ada yang baik. Di internet juga menyediakan situs-situs yang kadang tidak dibutuhkan oleh anak-anak.


Apakah yang terjadi kalau anak-anak tanpa sadar melihat situs-situs porno atau membaca situs perencanaan pengemboman atau  situs yang tidak untuk anak ?


Siapakah yang bertanggungjawab untuk masalah ini ?

Senin, 15 Agustus 2016

Pengalaman Orang Tua






Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Pendidikan di rumah yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi segala-galanya bagi anak. Setiap orang sah-sah saja mendidik anak-anaknya dengan caranya masing-masing.


Budaya, pengalaman, kecerdasan, pendidikan orang tua turut menyumbang pola pikir anak terhadap dirinya dan orang-orang diluar dirinya.


Inilah persoalan besar bagi dunia pendidikan.


Di seluruh dunia tentu selalu sama bahwa semua orang tua menginginkan anak-anaknya mampu mencapai cita-citanya. Semua orang tua kadang hanya fokus pada keinginan anak.


Cita-cita anak kadang dianggap sebagai keberhasilan luar biasa bagi orang tua dan anak itu sendiri.


Seakan-akan sukses kalau sudah meraih cita-citanya. Padahal sebenarnya sukses itu dalam skala sempit dan tidak berarti. Mengapa karena hanya memenuhi egoisme.


Egoisme adalah pangkal dari kerusakan moral yang berdampak pada kemanusian. Lihat saja karena ingin kaya dan semakin kaya hutan dihabisi tanpa peduli lingkungan hidup, kepada binatang, dan orang-orang yang tinggal di sekitar hutan.


Sebenarnya bapak dan ibu yang kami cintai, orang tua harus memberikan pendidikan yang holistik, menyeluruh, totalitas, sehingga anak-anak mendapatkan pencerahan yang terbaik.


Tidak hanya cerdas, pintar, namun memiliki empati dan simpati terhadap sesama, lingkungan, ada rasa tolong menolong, cinta kasih ditumbuhkan.


Dunia bukan milik kita namun milik semuanya, artinya orang tua harus menjelaskan bahwa kekayaan didukung dengan kemiskinan. Hanya kemiskinan untuk memberikan bentuk pengakuan akan kekayaan.


Inilah bagian pendidikan anak.

Minggu, 14 Agustus 2016

Bimbingan Anak






Bapak Dan Ibu yang kami Hormati,


Proses pendidikan tidak akan berhenti selama anak-anak masih bergumul dengan orang tua. Artinya peran orang tua terus menerus dibutuhkan oleh sang anak.


Kemungkinan maksimal selama 25 tahun anak-anak masih membutuhkan bimbingan orang tua.


Di sinilah proses pendidikan yang sebenarnya terjadi selama interaksi anak dengan orang tuanya. Anak tetap membutuhkan perhatian dari orang tua karena minim pengalaman dan proses tumbuh menjadi dewasa.


Kehidupan manusia sama dengan kehidupan binatang liar. Contohnya saja elang, penguasa angkasa raya akan meminta anaknya untuk memgembara sejagat raya seperti orang tuanya dulu kalau sudah kuat sayapnya, kuat paruh dan cakarnya yang menandakan dewasa.


Artinya kehidupan manusia memang tidak seeprti burung elang yang sengaja mengusir anaknya. Sekali tidak.


Maksudnya, anak-anak harus berani melepas peran orang tua sebagai pembimbing apabila sang anak sudah dewasa, mampu menggunakan logikanya, memahami tujuan hidupnya.


Orang tua harus memberanikan sang anak untuk menerjuni dunia sesungguhnya dengan kedua kakinya sendiri. Inilah ujian apakah sang anak bisa keluar sebagai juara atau tidak.


Selama mendidikn anak adalah bekal untuk menjadi dewasa karena kelak anak juga menjadi orang tua. Sekolah, kursus, kuliah hanyalah media senjata untuk menghadapi fenomena.


Poin pentingnya terletak bukan di senjata namun di pikiran, di tangan pelakunya, sukses tidak menembak atau tidak ? Seberapa canggih memakai senjata ketika berhadapan dengan ganasnya kehidupan di dunia ini.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Anak Cerdas





Bapak Dan Ibu Yang Kami Hormati,


Setiap orang tua wajib untuk mampu mengembangkan kemampuan anak-anaknya. Ada keuntungan besar apabila orang tua mampu mengetahui kelebihan yang ada pada anak.


Anak tentu tidak akan mudah mengetahui sejauhmana kelebihan yang ada pada dirinya.


Orang tua wajib mengapa ? Karena potensi ini bisa menjadi pemicu anak untuk selalu mencintai apa yang sering dilakukannya. Misalnya anak berbakat di dunia olahraga atau dibiddang seni.


Tidak semua anak mampu melalui proses pendidikan di bidang akademik.


Ada kalanya anak-anak mampu berkembang justru dibidang yang berbeda seperti non akademik. Anak-anak adalah unik karena memiliki kelebihan yang kadang tersembunyi.


Inilah sebuah keuntungan bagi anak-anak dan orang tua apabila mampu menemukan potensi emas tersebut.


Hanya orang tua bisa menemukannya bukan yang lain.

Jumat, 12 Agustus 2016

Kesuksesan Anak






Bapak Dan Ibu Yang kami Hormati,


Pendidikan sebenarnya harus memiliki acuan yang jelas bukan hanya berdasarkan kurikulum. Mengapa ? Karena kalau dasarnya kurikulum apakah peserta didik bisa diuji dengan hasil kurikulum yang ada ?


Apakah indikasi kesuksesan siswa belajar dengan ujian nasional ?


Apakah tidak ada alat atau media indikasi kesuksesan belajar di sekolah ?


Selama ini sekolah atau pihak guru hanya fokus meluluskan siswa dan siswinya ke jenjang yang lebih tinggi. Lalu di tempat yang berbeda juga bersikap yang sama, meluluskan siswanya dan seterusnya.


Inilah kesalahan fatal dari dunia pendidikan di Indonesia hingga saat ini. Kelulusan sekolah dianggap sebuah kesuksesan sekolah atau siswa itu sendiri.


Para orang tua bangga kalau anaknya memperoleh nilai tinggi.


Kondisi inilah yang membuat proses pendidikan di Indonesi sulit berkembang. Tidak ada parameter dari keberhasilan sekolah mendidik anak-anaknya yang sudah bertahun-tahun belajar di sekolah tersebut.


Lalu bagaimana nasip para generasi bangsa tersebut ?


kembali ke kondisi orang tuanya kalau sudah sukses dan kaya maka terus semakin kaya sedangkan yang miskin tetap miskin.


Pendidikan adalah salah satu cara mengentaskan kemiskinan. Akan tetapi target, tujuan, mendasar dari pendidikan itu tidak ada atau kabur.


ADakah target dari KU 2103 atau KTP yang bisa diujikan ke peserta didik setelah lulus sekolah ?

Kamis, 11 Agustus 2016

Peran Guru Dalam Pendidikan






Bapak Dan Ibu yang Kami Hormati,


Kalau Anda sebagai orang tua, wali murid yang percaya kepada sekolah tertentu maka sebaiknya harus percaya bahwa anak-anak Anda akan dibimbing dan dibina dengan baik dan jujur oleh semua guru.


Orang tua harus percaya kepada guru agar tercipta kesepatan sosial dan norma bahwa para guru akan menjadi jauh lebih tenang ketika mendidik.


Intinya serahkan saja semua urusan sekolah kepada sekolah. Orang tua harus benar-benar jujur untuk menyerahkan anak-anaknya ke sekolah.


Persoalannya muncul dikemudian hari setelah sang anak mulai berulah.


Para guru sudah paham bagaimana untuk mendidik anak-anak yang dianggap 'nakal' sehingga membutuhkan pendidikan khusus. Tujuannya agar peserta didik, murid tersebut mengetahui tugas dan kewajibannya.


Orang tua sebagai partner guru harus selalu ada komunikasi terhadap perkembangan anak.


Para guru harus bisa menyingkapi semua persoalan murid agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Saat ini pola pikir praktis sedang melanda Indonesia.


Serba cepat, serba mudah, serba instan menjadi trend di banyak bidang kehidupan. Para guru harus cerdas melihat perkembangan anak-anak.


Artinya sebaiknya untuk menghukum anak-anak lebih dan sederhana adalah mengirim pulang kembali ke orang tua untuk menjelaskan mengapa dia hukum.


Tanpa perlu melakukan tindakan sentuhan ke arah fisik atau memberikan hukuman lainnya. Cukup pulangkan ke orang tuanya dan kalau perlu orang tua diundang ke sekolah untuk menjelaskan perilaku anak yang menyimpang.


Semoga para guru lebih nyaman dan arif ketika mendidik. Jangan sampai para guru dihajar olah orang tuanya atau dipenjara karena masalah sepela.